Senin, 12 Oktober 2015

Jenis-jenis badan usaha di Indonesia.

Badan usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomi yang bertujuan mencari laba dan keuntungan.
     1.      Koperasi : Badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan.
     2.      BUMN (Badan Usaha Milik Negara) : Usaha yang seluruh permodalannya 
            atau sebagiannya milik pemerintah. Dan sekarang BUMN ada 3 macam 
            yaitu :
-          Perjan : bentuk badan usaha yang seluruhnya modal pemerintah. 
       Dan ini beroperasi pelayanan pada masyarakat.
-          Perum : Perjan yang telah di ubah, tujuannya tidak lagi 
       berorientasi pelayanan, tetapi sudah profit oriented.
-         Persero : badan usaha yang dikelola oleh negara atau daerah. 
     Berbeda dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero  yaitu mencari keuntungan dan memberi pelayanan kepada umum.
3.      BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) : yang didirikan dan di modalkan
       oleh seseorang atau sekelompok orang. Perusahaan Persekutuan : yaitu
       perusahaan  yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Ada 3 badan perusahaan
       persekutuan yaitu : 
a)      Firma : badan usaha yang didirikan oleh 2 orang atau lebih,
      yang tiap-tiap orangnya memiliki tanggung jawab penuh atas   perusahaan.
b)   Persekutuan Komanditer : yang didirikan 2 orang atau lebih, dan persekutuan komanditer mengenal 2 istilah yaitu :
     Ø    Sekutu aktif : yang memimpin atau menjalankan
         perusahaan dan bertanggung jawab penuh atas
         utang-utang perusahaan.
    Ø    Sekutu pasif :anggota yang hanya menanamkan modal
        kepada sekutu aktif dan tidak ikut campur dalam urusan
        operasional perusahaan. Sekutu pasif bertang jawab atas
        resiko yang terjadi sampai batas modal yang ditanam.
   Ø    Perseroan terbatas : badan usaha yang modalnya dari
       penjualan saham, setiap pemegang surat saham mempunyai
        hak perusahaan dan keuntungan.
 c) Yayasan : sebuah badan usaha, tetapi tidak merupakan perusahaan karena tidak mencari keuntungan. Ini didirikan untuk sosial dan berbadan hukum.
Prosedur Dan Legalitas Pendirian Badan Usaha
Dalam membangun badan usaha, perhatikan beberapa peraturan perizinan untuk mendirikan badan usaha 
1.      Pengurusan izin pendirian
Bagi pendiri perusahaan sekala besar, hal ini menjadi prinsip yang tidak boleh diabaikan demi kemajuan dan pengakuan atas perusahaan yang bersangkutan. Berikut ini beberapa dokumen yang di perlukan :
-          Tanda Daftar Perusahaan
-          NPWP
-          Bukti Diri
-         Surat Izin Usaha Pembangunan (SIUP) dikeluarkan oleh Dep.
 Perdagangan
-         Surat Izin Usaha Industri (SIUI) dikeluarkan oleh Dep.
 Perindustrian
-          Izin Domisili
-          Izin Gangguan
-          Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
-          Izin dari Dep. Teknis 
 2.      Tahap pengesahan menjadi badan hukum
Tidak semua badan usaha mesti berbadan hukum, akan tetapi usaha yang di maksudkan untuk ekspansiatau berkembang menjadi bersekala besar, maka hal yang harus dilakukan untuk mendapatkan izin atas kegiatan yang dilakukannya tidak boleh mengabaikan hukum yang berlaku 
3.      Tahapan penggolongan menurut bidang yang dijalani
Usaha akan dikelompokkan kedalam beberapa jenis yang berkaitan dengan kegiatan yang di jalani. Maka setiap pengurusan izin disesuaikan dengan departemen yang membawahinya seperti kehutanan, pertambangan, perdagangan, pertanian, dsb. 
4.      Tahapan mendapatkan pengakuan
Namun diluar itu, badan usaha juga harus mendapatkan surat izin dari departemen lain yang akan nantinya bersinggungan dengan badan usaha lainnya. Misalnya badan departemen perdagangan mengeluarkan izin pembuatan obat berupa SIUP, maka sebagai kelanjutannya kegiatan ini harus dapat serifikat juga dari BP POM, izin gangguan atau HO dari dinas perizinan, izin reklame, dll.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha

Tidak ada komentar:

Posting Komentar