Senin, 12 Oktober 2015

ALGORITMA ANTRIAN FIFO (FIRST IN FIRST OUT)



FCFS / FIFO
Algoritma ini merupakan algoritma penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan CPU. Dengan menggunakan algoritma ini setiap proses yang berada pada status ready dimasukkan ke dalam antrian FIFO sesuai dengan waktu kedatangannya. Proses yang tiba terlebih dahulu yang akan dieksekusi terlebih dahulu. 

Kelebihan
algoritma yang paling sederhana, dengan skema proses yang meminta
CPU mendapat prioritas.
 
            Kekurangan :
            a. Waiting time rata-ratanya cukup lama. 
            b. Terjadinya convoy effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk
                menunggu satu proses besar yang sedang dieksekusi oleh CPU. 
Contoh penerapanya bisa kita lihat dari sebuah antrian nasabah di bank yang diilustrasikan begini :
a. Di sebuah bank ada 4 petugas yang melayani nasabah, yaitu P1, P2, P3, dan
    P4
b. Tiap kali petugas selesai melayani maka nasabah dengan nomor antrian
    terkecil akan dipanggil. Jumlah nasabah yang dipanggil sejumlah petugas
    yang selesai.
c. Tiap nasabah akan mendapatkan nomor urut antrian
d. Nasabah yang baru datang akan mendapatkan nomor urut baru. Misalkan
    nomor antrian terakhir adalah 110, maka nasabah baru mendapatkan nomor
    urut 111, dst
e. Panjang antrian nasabah bisa tidak terbatas
f. Saat ini semua petugas sedang melayani nasabah dengan nomor urut : 101,
    102, 103, 104
g. Nasabah yang saat ini antri : 105, 106, 107, 108, 109, 110
h. Proses-proses berikut terjadi :
    – P2 selesai melayani
    – P1, P3 selesai melayani
    – 5 nasabah baru datang
    – P4 selesai melayani
    – 3 nasabah baru datang
    – P1, P2 selesai melayani
    – 1 nasabah baru dating
    – P3, P4 selesai melayani
 

Sumber:
https://herumikami.wordpress.com/2011/11/01/penerapan-algoritma-queue/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar