FCFS
/ FIFO
Algoritma
ini merupakan algoritma penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan CPU.
Dengan menggunakan algoritma ini setiap proses yang berada pada status ready
dimasukkan ke dalam antrian FIFO sesuai dengan waktu kedatangannya. Proses
yang tiba terlebih dahulu yang akan dieksekusi terlebih dahulu.
Kelebihan :
algoritma yang paling sederhana,
dengan skema proses yang meminta
CPU mendapat prioritas.
Kekurangan :
a. Waiting time rata-ratanya cukup lama.
b. Terjadinya convoy effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk
menunggu satu proses besar yang sedang dieksekusi oleh CPU.
Contoh
penerapanya bisa kita lihat dari sebuah antrian nasabah di bank yang diilustrasikan begini :
a. Di sebuah bank ada 4 petugas yang melayani nasabah, yaitu P1, P2, P3, dan
a. Di sebuah bank ada 4 petugas yang melayani nasabah, yaitu P1, P2, P3, dan
P4
b. Tiap kali petugas selesai melayani maka nasabah dengan nomor antrian
b. Tiap kali petugas selesai melayani maka nasabah dengan nomor antrian
terkecil akan dipanggil. Jumlah nasabah yang dipanggil sejumlah petugas
yang selesai.
c. Tiap nasabah akan mendapatkan nomor urut antrian
d. Nasabah yang baru datang akan mendapatkan nomor urut baru. Misalkan
c. Tiap nasabah akan mendapatkan nomor urut antrian
d. Nasabah yang baru datang akan mendapatkan nomor urut baru. Misalkan
nomor antrian terakhir adalah 110, maka nasabah baru mendapatkan nomor
urut 111, dst
e. Panjang antrian nasabah bisa tidak terbatas
f. Saat ini semua petugas sedang melayani nasabah dengan nomor urut : 101,
e. Panjang antrian nasabah bisa tidak terbatas
f. Saat ini semua petugas sedang melayani nasabah dengan nomor urut : 101,
102,
103, 104
g. Nasabah yang saat ini antri : 105, 106, 107, 108, 109, 110
h. Proses-proses berikut terjadi :
– P2 selesai melayani
– P1, P3 selesai melayani
– 5 nasabah baru datang
– P4 selesai melayani
– 3 nasabah baru datang
– P1, P2 selesai melayani
– 1 nasabah baru dating
– P3, P4 selesai melayani
g. Nasabah yang saat ini antri : 105, 106, 107, 108, 109, 110
h. Proses-proses berikut terjadi :
– P2 selesai melayani
– P1, P3 selesai melayani
– 5 nasabah baru datang
– P4 selesai melayani
– 3 nasabah baru datang
– P1, P2 selesai melayani
– 1 nasabah baru dating
– P3, P4 selesai melayani
Sumber:
https://herumikami.wordpress.com/2011/11/01/penerapan-algoritma-queue/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar