Silogisme yaitu penarika kesimpulan
secara dedukatif, terdiri dari dua proposisi atau pernyataan dan satu konklusi
atau kesimpulan.
Jenis-jenis
silogisme :
1. Silogisme
Katagorial
2.
Silogisme Hipotetik
3.
Silogisme Alternatif
4.
Entimen
5. Silogisme
Disjungtif
Saya hanya akan membahas salah satu dari
kelima jenis Silogisme. Karena tugas saya kali ini hanya membahas Silogisme
Katagorial.
Silogisme
Kategorial ini yang semua proposisi atau pernyataannya merupakan katagorial.
Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang bisa dibedakan
menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor
(premis yang termnya menjadi subjek) yang menghubungkan antara kedua premis di
sebut term penengah (middle term).
Contoh
dari Silogisme Katagorial :
Semua anak kelas IPA suka pelajaran
Biologi (mayor)
Saya
dari kelas IPA (minor)
- Saya
suka pelajaran Biologi (konklusi)
Beberapa
hukum Silogisme Katagorial :
1. Apabila
salah satu bersifat partikular atau tertentu, maka kesimpulan harus partikular
juga.
Contoh
:
Semua hidangan makanan ini enak (mayor)
Sebagian makanan ini mahal harganya
(minor)
- Sebagian
makanan enak ini mahal harganya (konklusi)
2. Apabila
salah satu bersifat negatif, maka kesimpulan harus negatif juga.
Contoh
:
Semua penipu tidak disenangi (mayor)
Sebagian sales adalah penipu (minor)
- Sebagian
sales tidak disenangi (konklusi)
3. Dari
dua premis yang sama-sama partikular, tidak sah untuk diambil kesimpulan.
Contoh
:
Beberapa ikan juga mati di laut (premis 1)
Hiu adalah ikan (premis 2)
Premis
ini tidak dapat di simpulkan, dan jika di buat kesimpulannya maka hanya
bersifat kemungkinan.
Seperti “Hiu mungkin juga mati di laut”.
4.
Jika kedua premis bersifat negatif, tidak akan sah
diambil kesimpulan. Karena tidak ada mata rantai
yang menghubungkan kedua
proposisi premisnya. Kesimpulan dapat diambil jika salah satu premisnya
positif.
Contoh :
Bunga Mawar bukan buaya (premis 1)
Bunga Tulip bukan buaya (premis 2)
...... [Kedua
premis tidak memilki kesimpulan].
5.
Apabila term penengah dari suatu premis tidak tentu,
maka tidak akan sah diambil kesimpulan.
Contoh :
Semua bunga
berwarna merah.
Bunga
matahari ini sangat indah.
- Maka bunga
matahari ini berwarna merah? Mungkin saja berwarna kuning.
6.
Term predikat dalam kesimpulan harus konsisten dengan
term redikat yang ada pada premisnya.
Apabila tidak konsisten, maka
kesimpulannya akan salah.
Contoh :
Melati adalah bunga (premis 1)
Tulip bukan melati (premis 2)
- Tulip bukan
bunga ?
[Bunga dalam konklusi merupakan term
negatif sedangkan pada premis 1 bersifat positif].
7.
Term penengah harus berartikan sama, jika term
penengah bermakna ganda maka akan berkesimpulan
lain.
Contoh :
Apel di malam minggu (mayor)
Upacara adalah Apel (minor)
- Upacara di
malam minggu?
8.
Silogisme terdiri dari tiga term. Yaitu term subjek,
predikat, dan term. Tidak bisa di turunkan
konklusinya, begitu juga lebih dari
tiga konklusinya
Contoh :
Rudi adalah mahasiswa (premis 1)
Susi adalah mahasiswa (premis 2)
Kambing adalah binatang (premis 3)
Siput adalah binatang (premis 4)
..... [Dari premis tersebut tidak dapat
diturunkan kesimpulannya